Sabtu, 28 Juni 2008
Menteri Agama meresmikan Masjid Kampus UIN
Ditulis Oleh : Administrator
Sebagai wujud dari adanya upaya membenahi infrastruktur Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar diantaranya adalah membangun sarana ibadah masjid yang berlokasi di Kampus II, Samata Gowa. Pembangunan masjid ini baru saja selesai dibangun dan diresmikan. Sabtu (28/6) kemarin oleh Menteri Agama, Maftuh Basyuni, dalam kunjungan kerja di Makassar telah meresmikan Mesjid tersebut. Masjid megah berlantai dua seluas 760 meter persegi yang mampu menampung jamaah sekitar 700 orang itu diberi nama MESJID AMIR SAUD BIN FAHD.

Pada pembangunan masjid kampus II tersebut,telah menghabiskan biaya kurang lebih Rp 1,993 miliar yang merupakan sumbangan dari yang Mulia Al-Amir Saud bin Fahd Abdul Azis putra pangeran Abdul Azis, Raja Saudi Arabia.
Pembangunan masjid kampus tersebut dimulai Mei 2007, dan baru diresmikan penggunaannya pada akhir Juni 2008. Keberadaan sarana ibadah itu atas usaha serta kerjasama yang difasilitasi oleh Syekh Ibrahim al-Nugaimasyi, Atase Keagamaan Kedutaan Saudi Arabia.

Wakil Duta Besar Kerajaan Saudi Arabia untuk Indonesia, Syekh Abdullah al-Gamidy dalam sambutannya pada peresmian mesjid ini, menyampaikan bahwa donatur pembangunan masjid, Amir Saud bin Fahad Abdul Azis merupakan sosok yang sangat dermawan dan telah melakukan banyak kebajikan demi Islam, karena telah membiayai banyak proyek-proyek amal di Makkah dan Madinah.
Syekh Abdullah al-Gamidy juga menyampaikan pesan keluarga Amir Saud, agar masjid yang terletak ditengah-tengah kampus UIN dipergunakan seluas-luasnya oleh mahasiswa dan masyarakat umum di kampus ini.

Sementara Maftuh Basyuni dalam arahannya saat peresmian masjid memuji jeri payah rektor dan civitas akademika UIN atas perjuangannya mengembangkan UIN, termasuk mewujudkan pembangunan masjid."Saya berharap masjid yang baru diresmikan dimanfaatkan sebagaimana Rasulullah dulu menggunakan masjid yaitu bukan hanya tempat salat dan zikir, tetapi lebih luas dari itu untuk kegiatan-kegiatan kebajikan yang diberkahi oleh Allah," kata Maftuh.

[ Kembali ]